Achyarnurandi

#3rdFebruary1990, #Activist, #BlogWriter, #Deviantart. #Engineer.
A human want make his life better.. The quotes I like
Seorang Lelaki Harus Punya Sikap

kalo alat anda ini diproduksi otomatis akan menambah pengangguran.
— TKA

Trade cost

Pernah dengar namanya yang trade cost.  Mungkin itu yang saya lakukan saat ini. Saya menukar waktu menyelesaikan pendidikan 1,5 tahun dengan hari ini. Meskipun harus membayar konsekuensinya namun demikian saya merasa sangat puas. Alhamdulillah puas banget hahahhahaa

Setidaknya saya bisa merealisasikan mimpi saya dengan benar-benar meneliti sebuah permasalahan, menciptakan sebuah device yang menjadi solusi dan menawarkan penelitian berkelanjutan..

Keren kan?? hahahahhaa.. Yah mungkin gak bisa dibilang keren juga sih, soalnya saya gak menjelaskan alatnya itu apa. Tapi kata dosen penguji saya kek gini nih… “you make a device for human being, it’s ease for use”..

Ada juga yang bilang seperti ini.. “kalo alat anda ini diproduksi otomatis akan menambah pengangguran.”

I make it.. I really make it.. that device i call it.. potrack.v.03. :))

Insya Allah akan bagus..
— Dr. Basuki Rahmat Ir., MT.

Diceramahin Mahasiswa Tingkat 2

  • MT2: Kak, kok lo gak lulus-lulus? Udah daftar sidang lo kan periode ini?
  • Gw: Udah mau lulus kok, udah daftar periode ini juga #sambilnyengir
  • MT2: Kok lo gak bisa 3,5 tahun? lo malah lulus kuliah 5 tahun
  • Gw: Yah rejeki gw mungkin dek lulus 5 tahun. Gw kurang seberuntung teman-teman dan adik2 tingkat gw yang insane hahahhahaha
  • MT2: Yah stidaknya lo gak lama-lama sih kak... Kasihan orang tua lo, jangan sampai ntar lo keduluan adik tingkat lo lagi... atau malah keduluan gw.. hahaha
  • Gw: zzzzzZZZz... Mudah-mudahan gak...
Saya rasa seperti itulah jalan sebuah penelitian tugas akhir. Menggunakan rumus yang ada. mengimplementasikan formula pada sebuah masalah. Dan menganalisa akurasi formula dalam penyelesaian masalah.
— Myself
Mas Rahmat Budiman :” kok ada anak SMA nyasar ke situ? mbolos ya?”

Mas Rahmat Budiman :” kok ada anak SMA nyasar ke situ? mbolos ya?”

Kilas Balik 5 Tahun di IT Telkom

Akhirnya, waktu itu datang… 5 tahun di kampus putih biru untuk mendapatkan gelar sarjana teknik, Saya mungkin gak seberuntung dengan teman-teman saya yang lain yang bisa mengenyam nikmatnya kuliah dalam waktu 4 tahun atau gak se-insane teman-teman saya yang mampu lulus kuliah dalam waktu 3,5 tahun. Perjalanan saya untuk mencapai sarjan dipenuhi dengan lika-liku perjalanan pendidikan yang bagi saya itu tidaklah mudah.

Saya mengawali pendidikan saya di D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom. Kuliah yang dipenuhi dengan praktisi yah mungkin sekitar 70% kuliah dan 70% praktisi. Kondisi tersebut membuat waktu yang saya dedikasikan untuk perkuliahahn harus lebih dari 10 jam per hari. Apalagi di akhir semester waktu yang diberikan untuk kuliah meningkat hingga 25 % yah bisa ampe 10-11 jam perhari, karena sesuatu yang disebut dengan tugas besar. Dimana hampir semua tugas besar di D3 itu berupa implementasi dan mungkin sekitar 60-75% tubes tersebut diwajibkan untuk di analisa. Singkat cerita Proyek Akhir “Sistem Pointing Kontroler Antena Parabola” Sukses membuat saya mendapat gelar Ahli Madya Telekomunikasi.

Selepas dari pendidikan D3, saya merasa galau dan bingung. Apakah saya melanjutkan untuk mendapatkan gelar sarjana atau mungkin langsung cari kerja aja, toh saya sudah punya ijazah Ahli madya. Tapi keinginan orang tua saya utamanya ayah saya yang ingin melihat saya mendapatkan gelar sarjana teknik, disamping itu juga saya masih haus akan ilmu. Saya mulai melanjutkan pendidikan di IT Telkom yaitu kelas TTX-35-01, sebuah kelas yang dikhususkan untuk mahasiswa yang sudah menyelesaikan program D3 dan melanjutkan untuk mendapatkan gelar Sarjana. 

Awalnya masuk S1 itu membuat saya sedikit minder. Apakah orang praktisi seperti saya ini bisa bersaing dengan orang-orang yang mungkin menguasai teori dan memiliki analisa yang bagus. 1 smester masih seperti kelas waktu di D3 karena teman-temannya yah itu juga. Pada saat smester 2 ketka kelas kami (ekstensi red.) dilebur dengan kelas reguler. Kelas reguler ini adalah kelas program s1 4 tahun yang tidak make acara pindah2an dari diploma. Di sini pertanyaan saya itu terjawab. Ternyata mereka tidak sehebat seperti yang saya kira hahahhaa. Singkat cerita yah…  analisa mereka juga gak semuanya bagus, kadang ngawur. Dan kayaknya beberapa di antara mereka juga banyakan dosen oriented,  jarang mencari kebenaran dengan membuka refrensi dari buku-buku di perpustakaan. Apa yang dikata dosen.. ditelen aja semuanya. Tapi ego dan gengsinya nauzubillah pada umumnya tinggi banget hahahhaha.

Dengan melihat kondisi seperti itu membuat saya percaya diri kalo saya di atas mereka-mereka. (ini bukan sombong yah, tapi salah satu unsur menyemangati diri).  Mengambil seminar proposal di smester 2 berharap dapat gelar sarjana teknik dalam waktu 1,5 tahun. Akan tetapi tidak bisa direalisasikan karena kadar idealis yang tinggi. Saya sebenarnya sangat menyesal tidak mampu lulus dalam kurun waktu 1,5 tahun. Tapi disisi lain, buat apa saya lulus kalau ternyata alat saya belum sepenuhnya jadi. Output penelitian yang saya lakukan belum terlihat. Tidak mungkin kan saya memanipulasi data keluaran hanya untuk mengincar kelulusan saja. Itu sama halnya saya melakukan kebohongan pada ilmu pengetahuan. Alhamdulillah orang tua saya sangat mendukung dalam penelitianini. Terutama ayah saya. Mungkin karena beliau juga seorang peneliti jadi tau apa yang saya rasakan.

Memaksimalkan setengah tahun terakhir, akhirnya saya bisa merealisasikan sebuah alat yang salah satu dari bagian mimpi saya. Alat yang tercipta hasil pemikiran dari sebuah masalah yang saya hadapi sebelumnya. 20 Mei 2013, alat ini saya akan perkenalkan di depan 3 penguji sidang. Bagaimana alat ini bekerja dan kenapa alat ini qualified. Serta apa saja kelemahan dari alat ini. Saya rasa seperti itulah jalan sebuah penelitian tugas akhir. Menggunakan rumus yang ada. mengimplementasikan formula pada sebuah masalah. Dan menganalisa akurasi formula dalam penyelesaian masalah.

Status FB Pak Budi Syihab

  • A: Emg kuliah ngambil apa sampe 7 taun?
  • B: saya kuliah, ambil hikmahnya...

Kesehatan itu adalah hal yang paling berharga

sudah dua hari ini terbaring lemas di kasur. Tidak melakukan apa-apa, dan tidak diperbolehkan menyentuh buku laporan Tugas Akhir .Sebenarnya sakit ini adalah hadiah dari kerja keras merampungkan Tugas Akhir. Hadiah yang cukup memberikan  pelajaran, salah satu pelajaran yang saya dapat bahwa  ”Semakin keras kamu berusaha, semakin lelah yang dirasakan oleh tubuh kamu”.

Waktu mengerjakan TA (Tugas Akhir red.), saya mungkin kurang menjaga kondisi tubuh saya. Tidur larut malam dan hingga pagi hari, kemudian mengkonsumsi makanan yang kurang cocok untuk kondisi yang saya lakukan sekarang ini. Hingga akhirnya badan saya tidak cukup kuat menahan saya dan berujung  tumbangnya saya di dua hari terakhir ini.

Tanggal 3 Mei, saya merasa sudah gak enak badan. Tapi saya mengejar pertemuan saya dengan dosen pembimbing untuk mendapatkan tiket daftar sidang TA periode ini. Saya tahu kondisi badan saya sangat amat tidak memungkinkan untuk berdiskusi dengan beliau. Tapi di pikiran saya, kalo saya tidak bertemu beliau hari ini maka, kesempatan saya untuk mendapatkan tiket sidang tugas akhir akan tertunda. Dan saya adalah tipe orang yang kurang suka menunda-nunda waktu dalam hal pekerjaan seperti ini. Dengan kondisi badan yang kurang fit saya bertemu dengan beliau. Beliau masih sempat mengajak saya berdiskusi, dan saya pun merespon beliau dengan mata sedikit sayu. Sampai pada akhirnya beliau memberikan revisi pada buku saya di bagian hipotesis dan abstraksi. 

Setalah diskusi 40 menit dengan beliau, saya pun undur diri. Dan dari sinilah saya merasa yakin kesehatan saya benar-benar terganggu. Saya menyadari setelah pertemuan dengan beliau. Mungkin karena target saya sudah tercapai, sehingga barulah berasa bahwa badan saya sebenarnya sudah menuntut saya dari beberapa hari kemarin, karena perlakuan saya yang tidak adil terhadap dirinya. 

Suhu badan 39 derajat ditambah hidung mampet dan batuk berdahak merupakan kolaborasi penyakit yang sangat amat cukup untuk menghakimi ketidak adilan saya pada tubuh saya. Setidaknya ini akan jadi pelajaran tambahan , bahwa sesibuk apapun diri kamu, tetap perhatikan kondisi badan kamu. Karena badan tidak bisa mengikuti semangat juang tanpa perlakuan khusus. :) 

Buat teman-teman yang sedang dikejar deadline apapun jenis deadlinenya. jaga kesehatan teman-teman dan sadari kondisi tubuh teman-teman. Mudah-mudahan kisah saya ini bisa menjadi pembelajaran kita semua. 

badutbuncit:

LINE Style. かわいーー\(^o^)/